![]() |
| Berita Saham Terkini: AMMN hingga ARTO Bergabung dalam Indeks MSCI |
Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc memperluas daftar perusahaan Indonesia yang tergabung dalam indeksnya. Saat ini, saham-saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) telah dinyatakan masuk ke dalam indeks MSCI global small cap.
Raden Bagus Bima, pendiri Warkop Saham, menyatakan bahwa pengumuman tersebut telah memberikan dampak yang cukup menguntungkan bagi ARTO.
Tampaknya ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab pergerakan positif pada saham ARTO, selain dari kebetulan pada awal pekan ini. Salah satunya adalah penguatan sektor bank digital secara keseluruhan, yang memberikan dampak positif pada kinerja ARTO.
Dengan masuknya ARTO ke dalam MSCI, ini juga dapat dianggap sebagai faktor positif kedua yang mendukung kenaikan saham tersebut. Dengan demikian, ARTO tampaknya mendapatkan dua sentimen positif, baik dari sektor yang sedang menguat maupun dari keanggotaannya dalam indeks MSCI.
Dari perspektif fundamental, perusahaan ini belum mendapatkan dukungan yang sebanding dengan kenaikan harga sahamnya saat ini. Menurut Raden, meskipun terjadi kenaikan harga saham yang signifikan untuk ARTO, namun peningkatan tersebut belum diimbangi dengan valuasi perusahaan yang masih tinggi.
Apabila kita menilai dari sudut pandang valuasi, baik dari Price-to-Earnings Ratio (PER) maupun Price-to-Book Value (PBV), terlihat bahwa ARTO memiliki PER yang tinggi, yaitu sekitar 644 kali. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesehatan valuasi saham tersebut, terutama bila dibandingkan dengan emiten-emiten lain di sektor yang memiliki PER yang lebih rendah.
Diperhatikan bahwa kekuatan ARTO saat ini mungkin lebih terkait dengan momen positif dari inklusinya dalam MSCI daripada fundamenta valuasinya yang mendasar.
Raden menyatakan bahwa untuk investasi dengan jangka menengah hingga jangka panjang, saat ini bukanlah waktu yang tepat. Hal ini dikarenakan kita sedang memanfaatkan momentum hingga akhir bulan ini, yang merupakan periode rebalancing indeks.
Pada tanggal tersebut, sebenarnya kita dapat mempertimbangkan beberapa opsi untuk melakukan penjualan. Hal ini karena saham-saham yang baru dimasukkan ke dalam indeks, khususnya small cap, cenderung mengalami penguatan yang dapat dianggap sebagai peristiwa jangka pendek.
Saham ARTO mengalami kenaikan hingga mencapai 3.300 dan kemudian mengalami penurunan kembali ke 3.100. Menurut Raden, pergerakan ini memang dipengaruhi oleh sentimen sektor bank digital yang turun. Namun, Raden berpendapat bahwa ARTO nantinya dapat mengalami pergerakan yang berbeda dari sektor tersebut.
Menurut saya, ARTO masih dapat dianggap sebagai pilihan hingga tanggal 30 November, dengan target level terdekat di 3.500 dan level stoploss di 2.900. Keputusan investasi seperti ini tentu harus mempertimbangkan risiko dan potensi keuntungan, serta dilakukan berdasarkan analisis yang cermat terkait dengan kondisi pasar dan fundamental perusahaan.
Pastikan untuk terus mengikuti perkembangan informasi terkini yang dapat memengaruhi pergerakan saham sebelum membuat keputusan investasi.
Menurut pandangan Raden, momentum saat ini menunjukkan bahwa belum ada banyak sentimen selain penguatan di sektor properti dan bank digital.
Menurutnya, kedua sektor ini masih akan memiliki pengaruh signifikan di pasar hingga akhir bulan, sehingga mungkin layak untuk memperhatikan saham-saham dari dua sektor tersebut dalam jangka pendek. Keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis yang teliti dan pemahaman terkait dengan faktor-faktor pasar yang dapat memengaruhi pergerakan saham.
Raden juga meyakini bahwa IHSG masih dapat bertahan di atas level 7.000. Keyakinannya didorong oleh performa positif emiten big caps yang diperkirakan akan berlanjut hingga kuartal III-2023.
Ini menunjukkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan indeks saham di masa mendatang. Tetap penting untuk terus memantau perkembangan pasar dan faktor-faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG.***
